Sejarah Desa Towuntu

 

Sejarah Desa

Pada abad ke-16 datanglah sejumlah penduduk Sulawesi Tengah (Daerah Luwuk Banggai), jumlah mereka tidak  diketahui dengan pasti. Mereka mula-mula bermukim di pulau Bentenan. Dalam pemukiman mereka di Bentenan banyak terjadi gangguan yang hebat dari luar. Dengan terjadinya gangguan yang hebat dari suku Mangindano dari Philipina merekapun pindah tempat. Mereka mendengar tanda dari Burung Manguni. Pindahlah mereka ke tempat yang bernama Mangkapes. Tempat tersebut terletak antara Desa Wioy dan Minanga. Di Mangkapes mereka hidup aman sampai kira-kira abad ke-18. Sekitar abad tersebut dengan mendengar tanda dari Burung Manguni mereka pun meninggalkan tempat tersebut menuju kesuatu Kampung Tua Wawali.  Letaknya tidak jauh dari Desa Wawali sekarang.  Bukti peninggalan mereka sekarang terdapat  3 buah batu peringatan yang merupakan bukti dari ke-3 dotu mereka yaitu:

  1. Dotu Kaligis
  2. Dotu Worang Sengka
  3. Dotu Isak Rokot

Pada kira-kira tahun 1833 ketiga Dotu ini berpisah. Dotu Kaligis menuju ke Watulinai, Dotu worang Sengka tetap di Wawali dan Dotu Isak Rokot bersama 5 pengikutnya menuju ke Barat mengikuti Sungai dan tiba dihulu Sungai Molompar. Di tempat itulah mereka bermukim. Namun tidak begitu lama karena mereka diserang Penyakit Malaria. Setelah mereka mendapat tanda dari Burung Manguni mereka pun pindah disuatu tempat yang aman. Disitu terdapat sebatang pphon beringin yang rindnag. Mereka pun bermusyawarah di tempat tersebut untuk membuka perkampungan. Mereka memilih Bapak Isak Rokot sebagai Tonaas mereka. Mulailah mereka membuat tempat tinggal mereka, membuka lahan pertanian yang mereka tanami padi, jagung,dll. Berkat kerja keras mereka hasil mereka berlimpah-limpah. Dalam Bahasa Pasan Ratahan Mawuntu-wuntu. Atas dasar itulah mereka namakan perkampungan ini Towuntu.

Umumnya pemberian nama dan pengertian desa di tanah Minahasa ini  di dasarkan atas keadaan lokasi pemukiman yang dihubungkan dengan sesuatu.

 

Dalam uraian di atas telah diungkapkan bahwa lokasi pemukiman dari ke enam tokoh tadi mereka namakan Towuntu yang diambil dari kata Mawuntu-wuntu.

Secara etimologi kata Towuntu terdiri dari 2 kata yaitu : Tou artinya Orang dan Wuntu artinya Berkelimpahan. Namun ada juga pengertian masyarakat desa yaitu : Tou artinya orang dan Wuntu artinya berkumpul. Lokasi pemukiman pertama ke-6 tokoh tadi, sekarang adalah pusat pemerintahan Desa. Terdapat bangunan Kantor Desa dan Balai Pertemuan umum.

Sebagimana penjelasan di atas tentang asal  usul penduduk jelaslah bahwa pendiri Desa Towuntu ini adalah ke enam orang yag datang dari Desa Wawali yaitu :

  1. Bapak Isak Rokot sebagai Tonaas mereka
  2. Bapak Kake Lumbu
  3. Bapak Maray Lumbu dan bersama 3(tiga) orang yang tidak diketahui
  4. ……………………………
  5. …………………………..
  6. ………………………….

Populasi penduduk  mulai bertambah karena terjadi Faktor Perpindahan Penduduk dari luar Desa Towuntu dan terjadi Perkawinan dan Kelahiran, sehingga mereka memperluas tempat pemukiman. Oleh Tonaas Isak Rokot menunjuk Bapak Kake Lumbu menuju ke Barat dan Bapak Mary Lumbu dintunjuk oleh Tonaas Isak Rokot lebih ke Barat. Lama-kelamaan mereka membuka perkampungan yang sekarang Desa Liwutung dan Desa Tolombukan.

PEMERINTAHAN

Mengikuti sejarah tentang Pemilihan Hukum Tua Daerah Minahasa mulai dilaksanakan Tahun 1834. Dan Pemilihan Hukum Tua di Desa Towunntu terjadi kira-kira Tahun 1865 dan mereka memilih Bapak Isak Rokot sebagai Hukum Tua yang pertama. Beliau memimpin Desa Towuntu dari Tahun 1865 s/d Tahun 1900. Dan Beliau meninggal dunia Tahun 1900 (Umur 100 Tahun). Penggantinya yaitu Bapak Laasar Posumah. Dalam kepemimpinan Bapak Isak Rokot ada 3 (tiga) Perkampungan yaitu Towuntu,Liwutung dan Tolombukan. Namun karena Politik Belanda pada waktu itu maka ke-3 kampung dijadikan satu kampung dengan Nama Liwutung Mereka menjual, Bapak Albert Ompi alias Nayoan (Nayok) sebagai Hukum Tua Liwutung.

Pada tahun 1917 di Desa Towuntu terbentuklah perkumpulan yang mereka namakan Perserikatan Towuntu. Ketuanya Bapak Marthen Pompayo. Persekutuan ini dibentuk dengan tujuan utama yaitu bergotong royong dalam membangun rumah, mengawinkan anak, membuka ladang/kolam dan lain-lain. Nama Perserikatan ini kemudian diubah menjadi Persatuan Masyarakat Towuntu (Persmal), yang menjadi Ketua Persmal menggantikna Bapak Marthen Pompayo adalah Bapak Marthen Kario.

Pada Tahun 1977 Pemerintah Liwutung mengadakan pemekaran dimana Desa Liwutung dimekarkan menjadi dua desa yaitu Liwutung I dan Liwutung II. Dan Desa Liwutung II oleh Bapak Camat W Rumenser B. A waktu itu menunjuk Bapak Johan Wagania sebagai Pejabat sementara Desa Liwutung II. Penunjukkan tersebut mulai berlaku September 1977 s/d Februari 1979.

Pada Tanggal 7 Februari Tahun 1979 diadakan Pemilihan Hukum Tua yang petama Desa Liwutung II. Calon terdiri dari 2(dua) orang Calon yakni Bpk. J.Th. Kandou dan Bapak A. H Sengka. Dan yang menjadi Hukum Tua sampai Tahun 1982. Pada Bulan November 1982 oleh Bapak Camat Ratahan W. R Rumenser B. A menunjuk Bapak D. B Lumbu sebagai Pejabat sementara menggantikan Bpk. F.V. Rambi.  Bapak D.B. Lumbu menjabat Tugas tersebut sampai 8 November 1983.

Pada tanggal 8 November 1983 dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa Definitif diikuti oleh 2 calon yaitu Bapak Aser Rogahang dan Bapak Hengki Rokot. Yang terpilih adalah Bapak Aser Rogahang. Beliau dilantik pada Tanggal 11 juni 1981, oleh pembantu Bupati Wilayah Ratahan atas nama Bapak KDH Tkt.II Minahasa, Beliau menjadi Hukum Tua sampai Tahun 1991.

Pada Tahun 1990 dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa dan yang terpilih adalah Bapak Hengki Rokot.

Pada Tanggal 11 Februari 2002 dilaksanakan Pemilihan Hukum Tua yang diikuti oleh beberapa calon dan yang terpilih adalah Bapak Jansen Sambou. Beliau menjadi Hukum Tua sampai tahun 2007.

 

Pada Tahun 2007 dilaksanakan Pemilihan Hukum Tua yang diikuti oleh 4 calon yaitu Bapak Jansen Sambou, Ibu Stien Adimin, Bapak Wempi Sengka dan Bapak Moses Ampou dan yang terpilih adalah Bapak Jansen Sambou.

Pada masa kepemimpinan Hukum Tua Jansen Sambou, Beliau telah memekarkan Desa Towuntu menjadi 3 (tiga) desa sesuai permintaan dari Pemerintah Kabupaten.

Pada Tahun 2007 Desa Towuntu dimekarkan menjadi 2 (dua) Desa yaitu Desa Towuntu dan Desa Towuntu Timur dan sebagai Pejabat Hukum Tua Desa Towuntu Timur ditunjuk diusulkan Bapak Valentin Rokot. SH.

Pada Tahun 2010 Desa Towuntu mekar menjadi 2 (dua) desa yaitu Desa Towuntu dan Towuntu Barat. Dan sebagai Pejabat Hukum Tua Desa Towuntu Barat yang diusulkan Bapak Dirk Wagania.

Hukum Tua Desa Towuntu Jansen Sambou memimpin Desa Towuntu sampai Tanggal 23 April 2013. Karena masa jabatan Hukum Tua Jansen Sambou sudah selesai maka lewat instruksi BPMPD  kepada Camat, maka Camat Pasan mengeluarkan Nota  Dinas dengan menunjuk Sekretaris Desa Bapak Fredy Kawahe sebagai Pelaksana Tugas Hukum Tua.

Pada Tanggal 22 Mei 2013 Bupati Teli Tjangkulung melantik Bapak Markus Frans Alou sebagai Pejabat Hukum Tua Desa Towuntu. Beliau menjadi Pejabat sampai Agustus 2015.

Pada bulan Juli 2015 dilaksanakan Pemilihan Hukum Tua Definitif  yang diikuti 4 (empat) calon yaitu Bpk. Feri Lumbu, Bpk.Daud E. Sengka, Bpk. Jantje Younsu Alou dan Sdr. Joli W. Engka. Dan yang terpilih Saudara Joli W. Engka. Beliau dilantik oleh Bupati Minahasa Tenggara Pada Tanggal        Bulan Agustus Tahun 2016.

Desa Towuntu sampai sekarang dipimpin oleh Hukum Tua Joli W. Engka,  A.md, dengan masa jabatan Kepala Desa Joli W.Engka, A.Md sampai tahun 2021.

NO Nama Tahun Jabatan Ket.
1. Tonaas Isak Rokot 1865-1900   Desa   Towuntu
2. Bpk. Jothan Wagania 1977-1979 Pnj. Hukum Tua Desa Liwutung II
3 Bpk. A.H. Sengka 1979-1982 Hukum Tua Desa Liwutung II
4 Bpk. F. A. Rambi 1982-Juli 1983 Pnj. Hukum Tua Desa Liwutung II
5 Bpk. D.B  Lumbu Juli-November 1983 Pjs. Hukum Tua Desa Liwutung II
6 Bpk. Aser Rogahang 1984-1991 Hukum Tua Desa Liwutung II
7 Bpk. Hengki Rokot 1990- Hukum Tua Desa Liwutung II
8 Bpk. Jansen Sambou 2002-2007 Hukum Tua Desa Liwutung II
9 Bpk. Jansen Sambou 2007-2013 Hukum Tua Desa   Towuntu
10 Bpk. Fredy Kawahe 24 April-Mei 2013 Plt.  Hukum Tua Desa   Towuntu
11 Bpk. Frans M. Alou 22 Mei 2013-Agustus 2015 Pnj. Hukum Tua Desa   Towuntu
12 Sdr. Joli W. Engka, Amd Agustus 2015- Sekarang Hukum Tua Desa   Towuntu